Blogger news

Majalah MAYAra adalah majalah donasi internasional yang berbasis keilmuan tanpa memandang golongan bermodalkan persaudaraan. Bersama Boleh Beda. Allahu Akbar...!!!

Abrahah Menyerang Ka'bah

Setelah percakapan dengan Abrahah mengalami kebuntuan. Tidak diperoleh kata sepakat. Ternyata Abrahah tetap pada pendiriannya. Merusak Ka'bah.
Abdulmuthallib langsung pulang ke Makkah. Masyarakatnya diberitahu supaya segera mengungsi keluar Kota Makkah. Masyarakatnya disuruh mencari tempat-tempat perlindungan yang aman, yang berada di lereng-lerang bukit yang berada di sekitar Kota Makkah.
Masyarakat diberitahu, supaya mereka semua menghindar dari kekejaman tentara Abrahah. Semua penduduk Kota Makkah mengungsi menuju keluar Kota Makkah. Orang terakhir yang meninggalkan Kota Makkah, adalah Abdulmuthallib. Sebelum meninggalkan Kota Makkah. Abdulmuthallib terlebih dahulu mendatangi Ka'bah al-Musyarafah. Sambil memegang gelang-gelang pintu Ka'bah. Abdulmuthallib berdoa secara khusus kepada Allah swt. Dia bermunajat kepada-Nya, supaya melindungi dan menyelamatkan Ka'bah dari tentara salib Abrahah.
Setelah Kota Makkah dikosongkan. Semua penduduk Makkah telah berada di pinggiran Kota Makkah. Teramasuk Abdulmuthallib. Mereka semua menunggu apa gerangan yang hendak dilakukan Allah terhadap Abrahah.
Keesokan harinya. Pasukan Abrahah telah siap menuju Makkah. Segala sesuatu telah dipersiapkan dengan matang. Ternyata telah terjadi keajaiban. Di mana gajah Abrahah, yang bernama mahmud. Tidak mau berjalan menuju Makkah. Tetapi jika dihadapkan ke Yaman. Dia hendak lari pulang ke Yaman. Begitu juga dengan gajah-gajah yang lainnya. Mereka semua jika diajak ke Makkah. Semua gajah itu bersimpuh. Seolah mereka menghormati tempat suci tersebut. Namun jika dihadapkan ke Yaman. Mereka segera lari. Untuk yang kesekian kalinya, Abrahah, tetap tidak sadar juga. Bahwa, Allah telah campur tangan mengenai hal ini. Ya, Abrahah, telah diliputi oleh hawa nafsu. Sehingga tanda-tanda Allah semuanya tidak digubrisnya. Demikianlah apabila seseorang hatinya telah diselimuti oleh hawa nafsu.
Mencegah supaya gajah-gajah tidak lari kembali ke Yaman. Beberapa tentara Abrahah memukuli gajah tunggangan Abrahah. Dianggapnya, gajah inilah yang menjadikan gajah-gajah lain hendak lari ke Yaman. Semakin dipukul mahmud, semakin kokoh kuat untuk bersimpuh. Inilah sebuah kekacauan yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Biasanya jika Abrahah memiliki kemauan, pasti berjalan lancar. Namun inilah saat yang berbeda buat Abrahah. Dia tidak sadar bahwa yang dihadapinya adalah Allah azza wa jalla.
Setelah pasukan gajah semuanya mogok. Tidak mau berjalan menuju Makkah. Bahkan, gajah-gajah itu tetap bersimpuh. Dari langit datanglah jutaan burung yang membawa tiga kerikil. Satu kerikil berada di paruh. Dua kerikil dicengkeram oleh kedua kakinya. Kerikil itu besarnya sebiji gandum. Setiap orang atau hewan yang terkena lemparan kerikil tersebut. Langsung meninggal dunia. Abrahah sendiri terjungkal dengan tubuh penuh luka. Ketika mayatnya dingkat hendak dibawa pulang ke Yaman. Jari-jemari kedua tangan dan kedua kakinya. Lepas satu persatu. Dari yang lepas itu keluarlah darah dan nanah, yang baunya tidak sedap. Sepanjang perjalanan sudah banyak organ tubuh Abrahah yang lepas sedikit demi sedikit. Setelah sampai di Yaman. Tubuh Abrahah sudah tidak berbentuk lagi. Para pakar sejarah menggambarkan tubuh Abrahah, seperti anak ayam yang baru menetas dari cangkang telurnya. Bisa dibayangkan betapa mengerikan bentuk tubuh Abrahah. Yang terakhir terjadi, jantung Abrahah, pecah. Sehingga banyak darah yang keluar dari semua lubang yang ada di tubuhnya. Seperti: telinga, hidung, mulut, dan kemaluan. Inilah siksa buat orang yang berani berbuat makar kepada Allah swt. Di dunia di siksa dengan yang menyakitkan. Terlebih di akhirat pasti Abrahah akan mengalami siksaan yang lebih hebat lagi. Na'udzu bil-lâhi min dzâlik.
Setelah Abrahah mati. Kedudukan gubernur Yaman digantikan putera pertamanya, Yaksum. Gaya kepemimpinan Yaksum tidak jauh berbeda dengan ayahandanya. Konon dirinya minta dipanggail dengan julukan Abrahah. Seperti panggilan yang pernah dialamatkan di masa kejayaan Abrahah. Setelah Yaksum mati. Posisi gubernur dijabat oleh adiknya, Masruq.

Wabah Cacar & Campak
Setelah kejadian hancurnya pasukan gajah Abrahah. Makkah pertama kalinya mendapatkan wabah cacar dan campak. Berdasarkan catatan Ya'qub bin Utbah, yang dikutip sejarahwan Islam, Ibnu Ishaq, "Pada tahun itu pertama kali di negeri Arab terjadi wabah penyakit campak (morbilli) dan cacar air…". Sebagaimana hal itu telah diabadaikan-Nya,
óOs9r& ts? y#øx. Ÿ@yèsù y7/u É=»ptõ¾r'Î/ È@Ïÿø9$# ÇÊÈ   óOs9r& ö@yèøgs ö/èfyøŠx. Îû 9@Î=ôÒs? ÇËÈ   Ÿ@yör&ur öNÍköŽn=tã #·ŽösÛ Ÿ@Î/$t/r& ÇÌÈ   NÎgÏBös? ;ou$yÚÏt¿2 `ÏiB 9@ŠÅdÚÅ ÇÍÈ   öNßgn=yèpgmú 7#óÁyèx. ¥Aqà2ù'¨B ÇÎÈ  
"Apakah kamu [Muhammad] tidak memperhatikan bagaimana Rabb-mu telah bertindak terhadap tentara bergajah?1 Bukankah Dia [Allah] telah menjadikan tipu daya mereka [untuk menghancurkan Ka'bah] itu sia-sia?2  Dan, Dia [Allah] mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong3 Yang melempari mereka dengan kerikil [berasal] dari tanah yang terbakar4 Lalu, Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan [ulat]5" (Qs.al-Fîl [105]: 1-5).

Kaum Quraisy Naik Derajat
Dengan hancurnya pasukan gajah Abrahah. Masyarakat jazirah Arab dan sekitarnya, beranggapan bahwa kaum quraisy telah mendapatkan perlindungan khusus dari Allah azza wa jalla.
Publik ketika itu tahu, bahwa yang menghancurkan pasukan gajah adalah burung-burung kecil. Mereka beranggapan burung-burung itu adalah wujud campur tangan Allah dalam menyelamatkan Ka'bah, dan masyarakat quraisy Makkah.
Bukti itu dapat dicermati dari banyaknya gubahan sya'ir. Yang menjujung tinggi derajat dan martabat kaum quraisy. Masyarakat quraisy merasa dirinya telah mendapatkan perlakuan khusus dari-Nya. Dibandingkan dengan masyarakat Arab pada umumnya.
Inilah awal dari munculnya perilaku arogansi, khususnya di kalangan masyarakat quraisy. Dikarenakan mereka merasa sebagai sebuah komunitas Arab yang dicintai oleh Allah. Penghancuran tentara gajah itulah sebagai buktinya, bahwa secara khusus Allah melindungi harta benda dan jiwa raga mereka dari kelaliman tentara Abrahah. Hingga sebagian besar dari kalangan bangsawan, termasuk keluarga Nabi saw sendiri, masih banyak yang tidak mau mengikuti jejak Rasulullah saw.

Lahir Sebagai Yatim
Rasulullah saw lahir ke dunia, sebagai anak yatim. Inilah pendapat yang paling kuat lagi masyhur. Selain pendapat ini tidak memiliki dasar dan bukti yang kuat. Pendapat yang menyebutkan Nabi saw terlahir sebagai yatim. Dinyatakan oleh Allah azza wa jalla dalam firman-Nya,
4ÓyÕÒ9$#ur ÇÊÈ   È@ø©9$#ur #sŒÎ) 4ÓyÖy ÇËÈ   $tB y7t㨊ur y7/u $tBur 4n?s% ÇÌÈ   äotÅzEzs9ur ׎öy{ y7©9 z`ÏB 4n<rW{$# ÇÍÈ   t$öq|¡s9ur yÏÜ÷èムy7/u #ÓyÌ÷ŽtIsù ÇÎÈ   öNs9r& x8ôÉgs $VJŠÏKtƒ 3ur$t«sù ÇÏÈ   x8yy`urur ~w!$|Ê 3yygsù ÇÐÈ   x8yy`urur Wxͬ!%tæ 4Óo_øîr'sù ÇÑÈ   $¨Br'sù zOŠÏKuŠø9$# Ÿxsù öygø)s? ÇÒÈ  
"Demi waktu matahari sepenggalah naik1 Dan, demi malam apabila telah sunyi [gelap]2  Rabb-mu tiada meninggalkan kamu dan tiada [pula] benci kepadamu3  Dan, sesungguhnya Hari Kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang [permulaan]4  Dan, kelak Rabb-mu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu. Lalu, [hati] kamu menjadi puas5  Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim. Lalu, Dia melindungimu?6  Dan, Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung. Lalu, Dia memberikan petunjuk7  Dan, Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan8  Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang9" (Qs.adh-Dhuhâ [93]: 1-9).

Riwayat yang paling dekat dengan logika sejarah, adalah ayahanda Nabi saw, Abdullah bin Abdulmuthallib, wafat ketika sedang berdagang ke Syam (Syiria). Perlu diketahui, Abdullah adalah putera kesayanagan Abdulmuthallib. Sesuatu rencana telah dipersiapkan sebagai generasi pelanjut kepemimpinan masyarakat quraisy. Karenanya, kafilah dagang Abdulmuthallib telah dipercayakan kepada Abdullah. Tetapi, takdir menentukan lain. Ketika sang isteri sedang hamil muda. Abdullah meninggalkannya untuk berdagang.
Sebelum ke Syam. Abdullah terlebih dulu singgah di Kota Madinah. Dan, di kota inilah Abdullah terserang penyakit untuk beberapa waktu. Sampai akhirnya wafat. Selama wafat Abdullah berada dan tinggal di keluarga dari pihak ibundanya.
Saat Abdullah wafat. Sang isteri sedang hamil. Demikianlah sejarah yang akurat, seperti disampaikan Syaikh kami. Disebabkan, mengenai hal ini para pakar sejarah telah terjadi silang pendapat. Namun Syaikh kami berusaha untuk tetap CC dengan keilmuannya. Sehingga tidak memiliki interest apa pun di dalam melakukan analisa sejarah. Wa-llâhu a'lam. []

0 komentar:

Poskan Komentar