Blogger news

Majalah MAYAra adalah majalah donasi internasional yang berbasis keilmuan tanpa memandang golongan bermodalkan persaudaraan. Bersama Boleh Beda. Allahu Akbar...!!!

TingKi

TingKi merupakan sebuah singkatan dari Puting Laki-laki. Kenapa disini perlu dibedakan antara puting laki-laki dan perempuan ? Sebab memang dari segi kegunaan dan kemanfaatanya sangatlah jauh berbeda. Oleh karena itu dalam hal ini akan lebih banyak mengupas tentang puting laki-laki.
     Secara fisik tidak jauh berbeda memang antara putting laki-laki dengan puting perempuan, namun bila kita mau menelaah lebih jauh, sifat, fungsi, kegunaan, daya tarik, sangatlah jauh berbeda. Puting laki-laki dalam pribahasa Arab boleh dikatakan wujuduhu qa’adamihi (ada tidaknya, tidak memberikan pengaruh yang berarti secara manfaat). Puting laki-laki seakan hanyalah sebuah hiasan dada yang hanya menambah rasa percaya diri bila dilihat orang lain. Namun bila seorang laki-laki di dadanya tidak berputing, hanya akan memberikan kesan kurang pantas saja, sebab bila dilihat dari segi kemanfaatanya juga tidak ada. Karena kurang bermanfaat inilah akhirnya kaum laki-laki sering berlaku arogan dengan telanjang dada di muka umum. Walau sebenernya yang ditonjolkan adalah kebadangan dadanya, bukan kebaradaan ke dua putingnya.
                Mungkin analog seperti TingKi inilah keadaan lembaga DPR sekarang ini. Kalau ditiadakan bikin gak pantas sebab bisa disebut Negara kurang demokratis, sedang kalau ada kerjanya juga tidak jelas selain menghabiskan anggaran dari pajak rakyat. Dari system yang diberikan oleh Negara, DPR sebenarnya mempunyai fungsi anatara lain pengawasan, pengesahan, penyerapan aspirasi, penyaluran aspirasi. Namun dari fungsi yang telah diberikan oleh Negara ini tidak dipergunakan dengan baik sebagai lembaga wakil rakyat. Dirinya lebih mengedepankan sebagai wakil dari partai-partai yang saling mempunyai berbagai kepentingan.
                Banyak perilaku anggota lembaga ini yang arogan dengan menonjol-nonjolkan nama besar partainya atau nama pimpinan sebuah partai demi keuntungan sendiri. Sedikitpun kepentingan yang berbau rakyat tidak pernah tersentuh dengan serius. Hal ini sangat berbeda bila kepentingan tersebut ada dana dan uang yang bisa dipergunakan untuk alasan kegiatanya, pasti dengan giat dan getol akan menyuarakanya.  Belum lagi arogansi anggota lembaga ini yang jelas-jelas memuakan di ruang siding dengan berbagai polah tingkah yang sangat kekanak-kanakan, sebab hanya memperebutkan mainan dan bagianya yang kurang banyak.
                Baru-baru ini yang lagi mendapat sorotan halayak luas adalah ngotonya anggota DPR untuk membangun gedung baru yang jelas-jelas banyak mudlorotnya ketimbang manfaatnya. Dengan dana fantastis seperti itu dan kerjanya tidak menentu, sangatlah membuat risau siapa saja yang mendengarnya. Gedung yang sudah ada saja jarang ditempati dan didatangi, alias banyak mangkirnya, lha kok malah mau bikin gedung baru yang lebih mewah dan heboh harganya. Bisa dibayangkan mungkin kedepanya, gedung baru dengan ruangan mewah, fasiltas lengkap, gratis dan sangat rahasia seperti itu. Lha di ruang sidang saja bisa berselancar di dunia porno internet, mungkin orang seperti ini libidonya sudah sangat memuncak ingin orgasme namun mau pulang jauh. Kalau nantinya gedung yang direncanakan sudah jadi, mungkin para anggota dewan ini bisa menyimpan ayam satu-satu di ruang kerjanya masing-masing, walau hanya sekedar hiasan atau piaraan.
                Sebenarnya arogansi kebejatan demi kebejatan anggota lembaga ini sudah sangat merisaukan masyarakat sebagai pembayar pajak. Namun seperti halnya TingKi, mau dihilangkan tidak bisa namun kalau dibiarkan juga tidak ada manfaatnya. Kalau toh berani bertelanjang dada itupun yang disuarakan adalah kepentingan lembaganya, bukan kepentingan rakyat sekitar lembaga tersebut berada atau rakyat pada umumnya. Sudah tidak bisa dihitung dengan jari lagi, jumlah anggota lembaga ini masuk bui sebab korupsi secara berjamaah. Kalau korupsi secara berjamaah seperti ini jelas sudah direncanakan dengan matang dan masak, alias dilakukan dengan sadar bahwa uang rakyat tersebut mau dimaling setelah pension jadi anggota lembaga ini. Dirinya takut tidak bisa makan lagi setelah tidak menjadi anggota dewan. Kalau memang hal ini yang terjadi (korupsi berjamaah), maka yang pantas disandangnya adalah sebagai Anggota Hewan bukan lagi Anggota Dewan.

Periode Dakwah

Awal perjalanan dakwah Islam di jaman Nabi saw ada dua: Periode Dakwah Islam Diam-Diam dan Periode Dakwah Islam Terbuka. Inilah periodisasi dakwah Islam pada awal perjalanan dakwah yang dilakukan Nabi saw di Makkah. Banyak hal di dua periode tersebut para sahabat awal mengalami suka-duka dan romanika dalam mendukung dakwah Islam Nabi saw. Maka, tercatat banyak nama-nama sahabat nabi yang terlibat secara intensif, dan selalu mendampingi beliau saw dalam menunaikan tugas dakwah.

Islamnya Abu Bakar r.hu
Sahabat Abu Bakar bin Abi Qahafah at-Taimiy adalah kawan karib Nabi saw sejak lama. Dia dikenal sebagai anak muda yang jujur, ramah, ahli nasab, pedagang yang ulet, akhlaknya bagus. Setelah mengetahui bahwa sahabatnya menjadi nabiullah yang rasulullah. Sontak dia mengimaninya, dan membelanya dari serangan masyarakat Quraisy. Tercatat, keislaman sahabat Abu Bakar adalah urutan ketiga setelah sahabat Ali dan sahabat Zaid.
Keislaman sahabat Abu Bakar. Tanda dakwah Islam mulai melangkah keluar. Terang-terangan. Sahabat Abu Bakar sangat getol mengajak kolega dan para temannya secara terbukan untuk menjadi mukmin-muslim.

Islamnya Ustman bin Afffan r.hu
Sahabat Usman bin Affan bin Abil Ash bin Umayyah diajak sahabat Abu Bakar untuk memeluk Islam. Maulah dia dengan takdir Allah ta’ala. Sahabat Usman lahir pada tahun Gajah ke-6. Dia sempat menjadi menantu Nabi saw. Yaitu, menikah dengan Ruqayyah binta Muhammad saw. Dikarunia seorang anak lelaki (diberinya nama Abdullah). Namun wafat di waktu bayi.
Sahabat Usman juga pernah hijrah ke Habasyah. Takdir menetapkan, bahwa dia harus merawat istrinya yang sakit keras. Sehingga dia tidak dapat bergabung dengan laskar Badar. Hingga akhirnya, istrinya wafat sekembalinya dari Habasyah.

Islamnya Zubair bin Awwam r.hu
Nama lengkap sahabat Zubair, adalah Zubair bin Awwam bin Khuwailid bin Abdull-uzza bin Qushaiy. Panggilan akrabnya Abu Abdullah. Terambil dari nama putra sulungnya, yang bernama Abdullah.
Dari garis ibu. Sahabat Zubair memiliki garis dari Ibunda Shafiyah binta Abdulmuthallib bin Hasyim.
Sahabat Zubair memeluk Islam pada usia 12 tahun. Dia sepantaran dengan usia sahabat: Ali bin Abi Thalib; Thalhah bin Ubaidillah; dan Sa’ad bin Abi waqqash r.hum.
Tercatat sahabat Zubair orang pertama yang menghunus pedang guna melindungi dakwah Islam Nabi saw. Dia wafat pada usia 67 tahun, setelah dibunuh Umairah bin Jirmuz sesaat setelah dialog meninggalkan Perang Jamal. Perlu diketahui, sahabat Zubair bersama sahabat Thalhah dan Ibunda A’isyah r.ha memimpin Perang Jamal, guna memerangi Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib kw.

Islamnya Abdurrahman bin Auf r.hu
Nama lengkapnya Abdurrahman bin Auf. Berasal dari bani Zuhrah bin Kilab. Nama aslinya Abdu Amr. Ada yang mengatakan Abdul Ka’bah. Setelah memeluk Islam diganti Nabi saw menjadi Abdurrahman.
Sahabat Abdurrahman bin Auf lahir tahun Gajah ke-10. Termasuk kaum muslimin gelombang pertama dan kedua yang pernah hijrah ke Habasyah.
Sekembalinya dari Habasyah. Langsung mengikuti hijrah Nabi saw ke Madinah. Sahabat Abdurrahman wafat di usia 75 tahun. Tepatnya pada tahun 31 hijriah. Di makamkan di Pemakamanan Baqi’, Kota Madinah.

Islamnya Sa’ad bin Abi Waqqash r.hu
                Nama lengkapnya Sa’ad bin Abi Waqqash bin Abdi Manaf bin Zuhrah Uhaib. Ayahnya adalah paman Ibunda Aminah binta Wahab. Ibu kandung Nabi saw. Dia biasa dipanggil Abu Ishaq. Dia juga termasuk 10 orang yang sudah dijamin pasti masuk surga.
                Secara khusus, dia pernah didoakan Nabi saw, agar memanahnya selalu tepat sasaran dan doanya mustajabah. Sampai-sampai Nabi saw bersabda, “Hati-hatilah terhadap doa Sa’ad!”
                Sahabat Sa’ad wafat di jaman pemerintahan Mu’awwiyah bin Abi Sofyan.

Islamnya Thalhah bin Ubaidillah r.hu
                Nama lengkapnya Thalhah bin Ubaidillah bin Ustman bin Umar. Berasal dari bani Taim bin Murah. Ibundanya asal Hadramaut. Namanya Sha’bah binta Abdullah bin Ahmad. Dari bani Khazraj. Nama panggilannya Abu Muhammad al-Fayyadh. Wafat dalam Perang Jamal di usia 60 tahun.

Islamnya Abu Ubaidah r.hu
                Sahabat Abu Ubaidah bin al-Jarrah adalah orang ke-9 yang memeluk Islam. Hampir semua peperangan diikutinya setelah menjadi muslim. Pada Perang Uhud pertama. Dialah orang yang mencabut dua paku baja yang menempel kedua pipi Nabi saw. Hingga kedua taringnya lepas.
                Dia termasuk salah satu dari 10 orang yang diberi kabar mengenai kepastiannya, sebagai penduduk surga. Wafat di Jordan, wilayah Syam, dalam usia 58 tahun sebab wabah penyakit pada tahun 18 hijriah. Makamnya ada di Jordan.

Islamnya Abu Sahnah r.hu
                Nama lengkapnya Abdullah bin Abdul Asad. Asal dari bani Makhzum. Ibunya bernama Barrah binta  Abdulmuthallib bin Hasyim. Bersama istrinya, Ummu Salamah binta Abu Umayyah, ikut dua kali hijrah ke Habasyah. Dia orang ke-10 yang masuk Islam.
                Sekembalinya dari hijrah dia bergabung dengan laskar Badr. Takdir menentukan dia harus terluka dalam Perang Badr. Akibat infeksi luka-lukanya dia wafat pada tahun ke-3 hijriah. Atas jasa-jasanya. Dalam rangka ikut mendidik dan mengasuk beberapa yatimnya. Nabi saw menikahi bekas istrinya, Ummu Salamah r.ha.

Islamnya Arqam bin al-Arqam r.hu
                Sahabat Arqam adalah sahabat ke-11 yang masuk Islam. Dia berasal dari bani Makhzum. Rumah sahabat Arqam benar-benar mencatat banyak kejadian penting. 40 orang sahabat Nabi saw berbai’at Islam di rumahnya. Termasuk yang terakhir adalah sahabat Umar bin Khaththab r.hu. Dakwah secara sembunyi-sembunyi adalah di rumah sahabat Arqam. Rumah sahabat Arqam berada di Bukit Shafa.
                Sahabat Arqam wafat berbarengan dengan wafatnya sahabat Abu Bakar r.hu. Dalam usia 80 tahun.

Islamnya Sahabat Yang Ke 12, 13, 14
                Secara berurutan yakni sahabat: Usman bin Madz’um bin Habib bin Wahab. Berasal dari bani Jumah. Disertai dengan dua orang saudara lelakinya: Qudamah dan Abdullah. Dia orang Muhajirin pertama kali yang wafat di Madinah. Dua juga pernah mengikuti dua kali hijrah ke Habasyah. Yang sekembalinya langsung bergabung dengan laskar Badr.
                Dia juga orang Muhajirin pertama yang jenazahnya di kebumikan di Pemakaman Baqi’. Catatan penting. Pada masa jahiliah dia orang yang mengharamkan dirinya meneguk arak.

Islamnya Sahabat Ubaidah r.hu
Nama lengkapnya Ubaidah bin al-Harits bin al-Muthallib bin Abdi Manaf. Dia orang ke-15 yang masuk Islam. Usianya 10 tahun lebih tua dari Nabi saw.
Dia ikut hijrah ke Madinah bersama dua orang saudaranya, Thufail dan Hasan.

Islamnya Sahabat Sa’id bin Zaid r.hu
                Nama lengkapnya Sa’id bin Zaid bin Amr bin Nufail. Berasal dari bani Adhiy bin Ka’ab. Ia putra paman sahabat Umar bin Khaththab r.hu. Sekaligus menjadi iparnya. Dikarenakan ia menikah dengan Fathimah binta al-Khaththab, saudara perempuan sahabat Umar.
                Wafat di Madinah pada masa Kekhalifahan Mu’awwiyah bin Abi Sofyan (51 hijriah). Dalam usia 70 tahun. Dia termasuk salah seorang dari 10 orang yang dijamin pasi masuk surga. Peristiwa yang dialami Sa’id menjadi sebab sahabat Umar masuk Islam.

Islamnya Sahabat Umair bin Abi waqqash r.hu
                Sahabat Umair adalah orang ke-17 yang masuk Islam. Saat itu usianya 16 tahun. Dia saudara lelaki sahabat Sa’ad bin Abi Waqqash.
                Sebab, terlalu muda Nabi saw tidak mengijinkan bergabung dengan laskar Badr. Namun sahabat Umair yang tergolong remaja itu tidak diperkenan Nabi saw ikut ke medan Badr. Dia terus merengek kepada Nabi saw. Akhirnya diijinkan Nabi saw. Takdir menetapkan dirinya menjadi syahid Badr termuda.

Islamnya Sahabat Abdullah bin Mas’ud r.hu
                Masuk Islamnya sahabat Abdullah bin Mas’ud bersamaan dengan sahabat Sa’id bin Zaid r.hu. Dia orang ke-18 yang masuk Islam. Tercatat dua kali peperangan yang pernah diikutinya. Yakni: Perang Badr dan Hudaibiyyah. Karena fisiknya yang sakit-sakitan. Tidak memungkinkan untuk selalu terut serta dalam setiap pertempuran.
                Wafat di Madinah dalam usia 60 tahun. Di makamkan di Pemakaman Baqi’.

Islamnya Sahabat Mas’ud bin al-Qariy r.hu
                Nama lengkapnya Mas’ud bin Rabi’ah bin Amr. Masuk Islam sebelum Nabi saw berdakwah di rumah sahabat Arqam r.hu. Terut serta dalam Perang Badar. Wafat pada tahun 30 hijriah.

Islamnya Sahabat Salith bin Amr r.hu
                Sahabat Salith adalah orang ke-20 yang masuk Islam. Dia termasuk dalam rombongan hijrah yang gelombang pertama. Pada tahun 6 hijriah pernah diutus Nabi saw. Untuk menemui dua orang penguasa Yamamah, agar mau memeluk Islam. Yakni: Haudzah bin Ali al-Hanafiy dan Tsimarnah bin Atsal al-Hanafiy.
                Wafat pada tahun ke-14 hijiriah.

Islamnya Sahabat Ayyasy r.hu
                Namanya Ayyasy bin Abi Rabi’ah. Saudara seibu dengan Abu Jahal. Masuk Islam sebelum Nabi saw mulai berdakwah di rumah sahabat Arqam r.hu. Dia orang ke-21 yang memeluk Islam.
                Bergabung dalam rombongan hijrah ke Habasyah bersama istrinya, Asma binta Salamah. Lalu, ikut dalam rombongan hijrah ke Madinah. Dia wafat di Makkah.

Islamnya Sahabat Amir bin Rabi’ah r.hu
                Nama lengkapnya Amir bin Rabi’ah bin Anz bin Wa’il. Semua hijrah pernah diikutinya bersama istrinya. Pun pula dengan setiap peperangan selalu dia ikuti. Wafat pada tahun ke-33 hijriah.
                Tercatat dia orang ke-22 yang masuk Islam.

Islamnya Dua Saudara Jahsy r.huma
                Inilah dua orang sahabat nabi yang tercatat dalam urutan ke-23 dan ke-24 masuk Islam. Yakni: Abdullah bin Jahsy dan saudaranya Abu Ahmad bin Jahsy r.huma.
                Abdullah gugur sebagai syahid pada Perang Uhud. Semua hijrah pernah diikutinya.
                Takdir menetapkan. Saudaranya yang bernama Ubaidillah bin Jahsy ketika hijrah ke Habasyah murtad. Dia memeluk Nashrani. Hingga meninggal di Habasyah. Janda Ubaidillah yang bernama Habibah binta Abu Sufyan yang tetap muslimah dinikahi Nabi saw.

Islamnya Sahabat Ja’far bin Abi Thalib r.hu
                Nama panggilannya Abu Abdullah. Dia orang ke-25 yang masuk Islam. Dia salah seorang sahabat yang wajah dan perilakunya mirip Nabi saw. Usianya 10 tahun lebih tua adiknya, Ali bin Abi Thalib kw.
                Sekembalinya dari hijrah ke Habasyah. Khaibar jatuh. Dia gugur sebagai syahid di Perang Mu’tah.

Islamnya Sahabat Khalid bin Sa’id r.hu
                Nama lengkapnya Khalid bin Sa’id bin al-Ash bin Umayyah. Istrinya dari bani Khuza’ah. Turut serta hijrah saudaranya yang bernama Amr bin Sa’id bin al-Ash.
                Meski harus dihajar ayahnya. Khalid tetap memilih jalan Islam. Sebab, ia yakin dengan mimpinya. Bahwa, yang dapat menyelamatkan kehidupannya adalah Nabi saw. Demikian dia memahmi makna mimpinya.
                Setelah konsultasi dengan sahabat Abu Bakar r.hu. Dengan langkah mantap dia menemui Nabi saw. Kedatangannya disambut hangat oleh Nabi saw. Lalu, berbai’at Islam dengan Nabi saw.
*****

                Demikian perkembangan dakwah Islam pada awalnya. Yang terus diikuti dengan semakin banyaknya orang Makkah bergabung dalam dinul Islam. Memang masyarakat Quraisy membenci Islam sebab curiga lebih dahulu. Namun setelah mereka paham dinul Islam itu apa? Dan Muhammad itu siapa? Lalu, pokok-pokok ajaran Islam itu bagaimana? Setelah mereka memahaminya akhirnya mereka dengan suka rela bergabung dalam dinul Islam.
                Adalah tugas kita semua. Jangan menjadikan dinul Islam menjadi agama penuh tanda tanya. Buka seluas-luasnya. Jangan buat orang-orang dan masyarakat penuh curiga. Sebaliknya, tunjukkan bahwa bersama Islam kehidupan menjadi lebih ramah, sehat, sejahteran, dan bahagia [ ]

Menejemen Perut

Perut dalam anatomi anggota tubuh manusia memegang peranan elan vital. Karena dalam perut ada lambung. Maka, kesehatan lambung harus selalu dijaga. Dengan lambung seorang manusia mencerna segenap makan yang masuk guna menjadi bahan pembakaran. Inilah yang menghasilkan kalori dan energi. Sehingga seorang manusia dapat hidup dengan takdir-Nya. Apabila lambung mengalami persoalan atau masalah. Terganggu pula proses pencernaan makanan yang hendak dirubahnya menjadi kalori dan energi. Karenanya kesehatan lambung dan posisinya harus senantiasa dijaga. Hingga seorang hamba itu diwafatkan oleh Allah ta’ala. Nabi saw pernah bersabda, “Sumber segala penyakit adalah gangguan pencernaan [burdah]” (Ditakhrij Syamsudin adz-Dzahabi r.hu, dari sahabat Anas bin Malik r.hu).
Semua kenyataan di atas, dapat dipahami dengan pendekatan sain Islam yang detail dalam meletakkan pondasi pemahaman mengenai kesehatan lambung, dan bagaimana seharusnya manusia memperlakukan lambung yang dianugerahkan kepadanya. Allah ta’ala berfirman,
(#qè=à2 (#qç/uŽõ°$#ur Ÿwur (#þqèùÎŽô£è@ 4 ¼çm¯RÎ) Ÿw =Ïtä† tûüÏùÎŽô£ßJø9$#
“[Hai anak Adam] makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (Qs.al-A’raf [7]: 31).

Betapa detailnya dinul Islam. Kalam Allah ta’ala yang menerangkan “lā tusrifū”. Dijelaskan Nabi saw, “Perbuatan manusia yang paling jelek dalam memenuhi bejana, adalah memenuhi perut. Manusia cukup memakan beberapa suap untuk menguatkan tulangnya. Jika ia mampu mengendalikan diri [tidak memberatkan]. Sebaiknya, 1/3 untuk makanan; 1/3 untuk minuman; dan 1/3 untuk udara [nafas]” (Hr.Ibnu Majah, Ahmad, dan Tirmidzi; Imam Tirmidzi r.hu berkomentar, “Hadis ini hasan shahih”).
Dapat dipahami. Apabila seorang manusia mengisi lambungnya dengan melebihi 1/3 buat makanan, 1/3 buat minuman, dan 1/3 buat nafas. Bisa dibayangkan pasti terjadi ketidak-seimbangan dalam ruangan lambung. Apabila ketidak-seimbangan itu dilakukan secara terus-menerus, niscaya kehidupan si pemilik lambung itu tidak sehat. Maka, Nabi saw menyebutnya dengan “perbuatan manusia yang paling jelek”.
Mengapa paling jelek? Dikarenakan, manusia tersebut bakal sakit. Setelah orang itu sakit fisik dan jiwa. Orang itu tidak dapat fokus dalam mengabdi dengan Allah azza wa jalla. Manusia terjelek adalah manusia yang tidak mengabdi dengan Rabb-nya.
Perlu diketahui, orang yang sakit selalu membawa bawaan perubahan perilaku. Contoh, orang terkena penyakit diabet. Bawaannya ya suka marah-marah. Orang yang suka marah-marah. Bagaimana dia dapat mengamalkan akhlak sabar? Bagaimana mau mengamalkan akhlak rendah hati? Wa-llahu a’alam.
Itulah sebabnya, sebagai antisipasinya. Mari diikuti peri-kehidupan Nabi saw dan peri-kehidupan sahabat nabi. Yang telah mendapatkan a good charatcer learning (Pembelajaran Sifat yang baik) dari Nabi saw. Di antaranya:
1.       Jangan memenuhi lambung.
2.       Hindari kegemukan (obesitas).
3.       Harus tahu benar halal-haram-syubhat makanan dan minuman yang hendak dikonsumsi.

Mau Sehat?
Mau sehat? Jawabannya, sangat mudah. Jaga kesehatan lambung Anda. Seperti disabdakan Nabi saw, bahwa sumber segala penyakit fisik. Adalah terjadinya gangguan pencernaan. Maka, dari gangguan pencernaai pula dapat berpengaruh pada kesehatan hati. Lebih sangat mengerikan apabila manusia hatinya sakit. Secara kejiwaan sangat membahayakan. Boleh jadi. Orang itu secara fisik shalat lima waktu. Namun secara ruhani dia membenci ciptaan Allah ta’ala yang lain. Jelas ini gejala dini dari masuknya penyakit jiwa.
Karenanya, pula Nabi saw mengajarkan kepada umat manusia, agar tidak lupa memohon kepada Allah ta’ala untuk selalu memohon anugerah sehat (al-‘afiah). Ternyata, Allah azza wa jalla sangat menyukai para hamba-Nya yang meminta kesehatan.

Bahaya Kegemukan
Mengapa gemuk? Karena Cara Berpikir salah. Ditambah, pola makannya juga salah. Tidak ada untungnya menjadi orang gemuk. Postur tubuh Nabi saw tidak gemuk. Para sahabat tidak ada yang gemuk. Mana dapat gemuk? Semua aktifitas dilakukan dengan berjalan kaki. Atau, menunggang kuda. Atau, menunggang begal. Atau, menunggang unta. Bandingkan dengan kebanyakan pendudukan Saudi Arabia sekarang. Yang sebagian besar perutnya buncit. Padahal jika perut melebihi dada tanda penting, jika orang itu sebenarnya tidak sehat. Tinggal menunggu hitungan waktu.
Penyebab gemuk di antaranya:
1.       Makannya sangat banyak.
2.       Hobby makan malam.
3.       Tidak rutin olah raga.
4.       Memiliki kebiasaan habis makan tidur.
5.       Punya kebiasaan lapar mata.
6.       Stress.
7.       Bangga dengan kegemukan.
Semua kaum mukminin-muslim harus sadar dan paham benar mengenai bahaya kegemukan. Yakni: terjadinya gangguan pembuluh jantung, diabet, meningkatnya lemak dalam darah, gangguan ginjal, gangguan prostat, dan rawan persendian.

Waspada Mengonsumsi Makanan
                Guna memiliki lambung yang berkualitas lagi sehat. Hendaknya mulai sekarang senantiasa waspada dalam mengonsumsi makanan dan minuman. Sekiranya makanan dan minuman yang dikonsumsi itu dapat mengakibatkan penyakit. Hendaknya, segera ditinggalkan karena Allah ta’ala. Contoh, seluruh makanan yang kelebihan rasa garam, kelebihan rasa manis  --utamanya yang menggunakan pemanis buatan, mengandung zat pewarna, menggunakan zat pengawet, dan masih banyak campuran kimiawi dan bahan makanan lain yang tidak halal lagi tidak sehat. Harus “ditalak tiga” tanpa terkecuali.
                Tidak hanya itu. Perut tidak boleh melebihi dada. Bagi pria lingkar perut tidak boleh lebih 100 cm. Bagi perempuan tidak boleh lebih 86 cm. Tidak ada toleransi. Anda harus disiplin. Sebab, rumah sakit tidak berpihak pada pasien. Sembuh tidak sembuh pasien harus bayar. Rumah sakit sekarang berbeda dengan rumah sakit yang pertama kali didirikan di Baghdad –termodern saat itu-- jaman Khalifah Harun al-Rasyid pada tahun 800 masehi. Pasien mendapatkan pelayanan, keramahan, doa, lawakan, dan bahkan jika pulang dari rumah sakit mendapatkan pesangon dari pemerintah Baghdad.
                Tidak usah menyalahkan siapa pun. Yang sangat penting dan harus dilakukan. Setiap mukmin-muslim harus well inform terhadap kesehatan. Apakah kesehatan masyarakat. Apakah kesehatan lingkungan. Apakah kesehatan ruhaniah. Pokoknya harus care dengan kesehatan dan ilmu sehat. Menuju sehat itu hak kita semua. Tergantunglah hanya dengan Allah ta’ala. Jangan pada dokter. Jangan pada obat. Apalagi obat yang masuk ke Indonesia tidak semuanya menyembuhkan penyakit. Tidak sedikit justru banyak menimbulkan penyakit baru. Waspada dan selalu hati-hati dalam memilih obat dan dokter  --dokter juga manusia.
                Sekarang saat yang tepat. Untuk segera kembali mengonsumsi dan membudidayakan tanaman herbal. Kembalilah kepada obat-obatan herbal. Kembalilah mengonsumsi makanan dan minuman yang benar-benar non kimiawi. 








Perang Agama

Jika membaca buku-buku semacam karya Sam Harris, The End of Faith; Richard Harris, The God Delusion; dan Christopher Hitchen, The God is not Great-How Religion Poisons Everything, agama terlihat segera mati ditinggalkan para penganutnya. Agama dalam perspektif para penulis ini tidak lebih dari racun yang membunuh para penganutnya. Buku-buku antiagama yang rata-rata best-sellers memang menyajikan gambaran yang serba negatif tentang agama. 
Buku-buku tersebut boleh dikatakan sebagai reaksi balik terhadap semakin meluasnya kebangkitan kembali agama. Sudah banyak penelitian dan penerbitan yang mengungkapkan gejala ini. Salah satu yang paling akhir adalah laporan khusus majalah The Economist, 3-9 November lalu dengan tajuk 'The New Wars of Religion'.
Laporan The Economist menyimpulkan, agama tidak surut apalagi mati karena modernisasi dan sekularisasi. Memang, di tengah deru modernisasi dan sekularisasi, agama sering dipandang banyak politisi, birokrat pemerintahan, dan bahkan akademisi Barat sebagai tidak relevan. Agama dalam perspektif mereka kian tidak relevan dengan kehidupan publik. Dalam istilah guru besar dan teolog Universitas Harvard, Harvey Cox, dalam bukunya yang terkenal The Secular City, agama tidak punya tempat sama sekali dalam kehidupan kota sekuler.
Tetapi, berbeda dengan pandangan tersebut, sejak 1970-an agama ternyata kembali ke pentas berbagai lapangan kehidupan termasuk politik, sosial, budaya, ekonomi, dan seterusnya. Sekali lagi meminjam istilah Harvey Cox yang terpaksa merevisi teorinya, agama telah kembali ke kota sekuler. Pada 2005 sekitar 73 persen umat manusia di seluruh dunia memeluk salah satu dari empat agama besar; Kristiani, Islam, Hindu, dan Budha; menurut prediksi jumlahnya meningkat mencapai sekitar 80 persen pada 2050.
Titik balik kebangkitan agama tersebut menurut Timothy Shah, seorang ahli pada The Council on Foreign Scholars, New York, adalah Perang Enam Hari antara negara-negara Arab dan Israel pada 1967. Perang ini menandai kekalahan total pan-Arabisme sekuler, yang pada gilirannya memberikan momentum bagi kebangkitan gerakan Islamis radikal yang mengerahkan segenap upaya untuk menumbangkan rezim-rezim sekuler di Dunia Arab; usaha yang sampai sekarang belum banyak berhasil.
Sebaliknya bagi penganut agama Yahudi, kemenangan Israel dalam Perang 1967 itu merupakan sebuah 'mukjizat' yang menunjukkan adanya campur tangan Tuhan untuk membantu mereka. Karena itu, menurut mereka, Tuhan dan agama sama sekali tidak lagi bisa dikesampingkan dalam mempertahankan eksistensi negara Israel. Pandangan dan anggapan eskatologis ini memberikan momentum bagi kebangkitan kelompok ortodoks, ultra-ortodoks, fundamentalis, dan radikal di kalangan penganut agama Yahudi.
Selanjutnya sejak 1970-an adalah masa-masa kebangkitan agama secara global. Amerika Serikat memilih Jimmy Carter sebagai Presiden yang dengan bangga menyatakan dirinya sebagai 'born-again Christian', yang diikuti Ronald Reagan yang dengan mengutip Perjanjian Baru menyatakan Amerika sebagai 'sebuah kota di puncak bukit, yang menerangi berbagai penjuru'. Dan terakhir sekali adalah George W Bush yang memercayai dirinya tidak lebih daripada sekadar menjalankan berbagai kebijakan Tuhan melalui dirinya.
Kebangkitan agama tersebut jelas menimbulkan berbagai dampak dan implikasi pula dalam berbagai aspek kehidupan. Banyak hal positif dalam kebangkitan agama itu; tetapi juga terdapat banyak ekses, yang oleh The Economist disebut sebagai 'perang baru agama'. Sepanjang dua dasawarsa terakhir kian banyak terjadi kekerasan dan perang atas nama agama, sejak dari Nigeria ke Srilanka, Filipina Selatan dan Thailand Selatan; dari Serbia dan Bosnia terus Chechnya ke Palestina-Israel, Irak dan Afghanistan.
Memang, agama dalam banyak kasus tidak dengan sendirinya menjadi penyebab dan sumber dari 'perang baru agama' tersebut. Berkat dialog-dialog antaragama yang kian intens, 'perang baru agama' karena motif keagamaan sebagian besarnya dapat dicegah. Sebaliknya, apa yang disebut 'perang baru agama' tersebut lebih bersumber pada masalah politik dan ekonomi yang tidak pernah terselesaikan. Dan keadaannya menjadi lebih rumit, rawan, dan eksplosif ketika para politisi dalam menghadapi pertikaian-pertikaian politik tersebut mencampurbaurkan kebijakan politiknya dengan semangat keagamaan.
'Perang baru agama' bisa menjadi sangat eksplosif dan menjerumuskan masyarakat dunia ke ambang pertumpahan darah yang sulit diakhiri. Karena itulah penciptaan dan pemberdayaan tatanan dunia baru yang lebih berimbang dan adil menjadi kebutuhan mendesak. Reformasi PBB dan badan-badan internasional lainnya merupakan agenda dan tanggung jawab bersama, yang meski sangat sulit mesti diupayakan terus.

Khalid Bin Walid, Si Jendral Jenius

Khalid bin Walid r.hu salah seorang sahabat nabi yang memiliki perjalanan ruhani (suluk) indah. Pernah menjadi kafir. Pernah pula menyiksa dan menghalangi orang Makkah untuk menjadi muslim. Sahabat Khalid saat itu sangat kejam dengan kaum muslimin. Namun bersamaan masuknya hidayah Allah ta’ala dalam dada sahabat Khalid. Sahabat Khalid menjadi panglima perang Islam yang berhati lembut. Memenangkan pertempuran setiap dia mengikutinya. Sejarah mencatat belum pernah terkalahkan. Hingga Rasulullah saw memberinya gelas “Pedang Allah Yang Terhunus”. Luar biasa dinul Islam. Dapat merubah hati buas menjadi lembut. Hati keras menjadi lunak. Hati pendendam menjadi pecinta. Inilah keberhasilan pola pendidikan dan pembelajaran di madrasatun nabawiah. Dengan guru besarnya Rasulullah saw.
Sahabat Khalid bin Walid r.hu memeluk Islam setelah melalui pergulatan pemikiran yang hebat. Pergolakan pemikiran yang mendalam. Sangat dalam. Hingga akhirnya, Allah ta’ala menganugerahkan ilham untuk menetapkan pilihan dalam keyakinan hidup. Yang sangat luar biasa. Perenungan yang dilakukan secara mandiri itu sampai pada sebuah keputusan, “Saya harus menjadi muslim.”
Sebuah kata hati yang sangat suci. Yang lahir dari kecerdasan akal budi seorang Khalid. Yang sejak kecil dididik untuk menjadi petarung yang memenangkan dalam setiap pertempuran. Tidak mengherankan. Khalid anak-anak sampai berusia mudah benar-benar menjadi Khalid yang matang dengan dunia kekerasan dan peperangan. Rupanya Allah ta’ala berkehendak lain atas kehidupan Khalid. Akal cerdasnya menuntunnya dalam pusaran hidayah Islam. Akal sehatnya semakin membenarkan segenap apa yang dilakukan Muhammad bin Abdullah.
Semakin bertekad bulat Khalid segera berjumpa dengan Rasulullah saw. Dalam hatinya mencari kebenaran tidak dapat ditunda lagi. Hingga pada suatu siang. Dia putuskan hendak menemui Nabi saw. Di tengah jalan bertemu dengan Usman bin Thalhah. Dia beritahukan mengenai tujuan untuk menemui Nabi saw. Gayung bersambut. Usman juga sepaham hendak memeluk Islam. Lalu, keduanya berjalan sampai pada bukit kecil. Setelah sampai di puncak bukit bersua dengan Amr bin Ash. Kedua memberitahukan apa maunya dan hendak kemana kakinya dilangkahkan. Luar biasa takdir Allah ta’ala. Amr bin Ash pun juga sepakat untuk memeluk Islam dan harus segera berbai’at dengan Nabi saw.
Maka, ketiga pemuda Arab Quraisy tersebut berjalan mantap hendak berbai’at di hadapan Nabi saw. Takdir Allah azza wa jalla ketiga langsung dapat berjumpa dengan Nabi saw. Setelah berbai’at di hadapan Nabi saw. Sahabat Khalid minta didoakan Nabi saw, agar dosa dan kesalahan di masa lalu yang pernah menghalangi orang Quraisy masuk Islam diampuni dosanya oleh Allah ta’ala. Lalu, Nabi saw menjawab permohonan tersebut dengan bersabda,
إِنَّ اْلإِسْلاَمَ يَجُبُ مَا كَانَ قَبْلَهُ
“Sungguh ke-Islam-an itu telah menghapuskan segala perbuatan yang lampau” (Hadis Syarif; Kitab Rijal Haular Rasul, Khalid Muhammad Khalid).

                Lalu, Nabi saw memanjatkan doa,
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِخَالِدِ بْنِ الْوَالِيْد كُلَّ مَا اُوْضِعَ فِيْهِ مِنْ صَدٍّ عَنْ سَبِيْلِكَ
“Wahai Allah, aku mohon Engkau ampuni dosa Khalid ibnul Walid terhadap perbuatannya menghalangi jalan Mu di masa lalu” (Hadis Syarif; Men Around The Messenger, Khalid Muhammad Khalid).
               
Islam Itu Hidayah
Sulit dinalar kiranya orang seperti sahabat Khalid menjadi mukmin-muslim. Betapa tidak? Wong dulunya musuh Islam. Musuh Rasulullah saw. Musuh kaum mukminin-muslim Makkah. Tiba-tiba dia melakukan perenungan yang mendalam. Akal cerdasnya diajak dialog. Semua yang terjadi di sekitar dan dialami dipikirkan. Direnungkan. Dengan seksama dan sangat mendalam. Hingga puncaknya dia membenarkan 100% ajaran Islam. Ajaran Muhammad yang disampaikan kepada masyarakat jahiliah Makkah. Benar-benar hidayah.
Yang patut dicatat. Hidayah Allah ta’ala selalu datang dan menyertai para hamba-Nya yang sungguh-sungguh berhasrat hendak mendapatkan hidayah itu. Jika hasratnya tidak kuat. Kiranya sangat sulit mendapatkan hidayah Allah swt. Allah ta’ala selalu memberikan hidayah kepada siapa pun yang Dia kehendaki. Karena memang hamba tersebut berhasrat kuat untuk memperoleh hidayah itu. Sebaliknya, Allah ta’ala juga menyesatkan kepada para hamba-Nya yang memang menetapkan pilihan hidup menjadi orang-orang yang sesat.
Belajar sifat kepada sahabat Khalid. Ketabahan dan kedisiplinan sahabat Khalid bin Walid yang menjadikan dirinya memiliki kekokohan prinsip, sekaligus memiliki pribadi yang lembu dan rendah hati.

Dikenal Sejak Perang Muktah
Dalam Perang Muktah. Ada tiga syahid. Yakni, sahabat: Zaid bin Harisah; Ja’far bin Abi Thalib; dan Abdullah bin Rawahah r.hum. Pasukan kaum Mukminin benar-benar mengalami krisis saat itu. Siapa yang layak menjadi pemimpin pasukan. Jika ketiga orang yang ditunjuk Rasulullah saw. Semuanya menemui kesyahidan. Maka, dengan inisiatif yang cerdas. Ditambah kerendah-hatian yang bagus. Datang sahabat Tsabit bin Arqam r.hu untuk mengambil bendera yang dibawa asy-Syahid Abdullah bin Rawahah r.hu.
Dalam pikiran sahabat Tsabit terbesit. Tidak ada orang lain yang layak membawa panji-panji Islam ini, kecuali Khalid bin Walid. Benar. Dipilihlah dengan sedikit ditekan, agar mau menerimanya. Sebab, memang sahabat Khalid tahu diri. Sebagai orang baru dalam barisan Islam. Sebab, dia baru saja berbai’at. Masak langsung menjadi pimpinan? Maka, sahabat Khalid dengan tawadlu’ menawarkan kepada para sahabat senior lainnya. Semua sahabat sepakat hanya sahabat Khalid yang layak menerima bendara tersebut. Maka, dipeganglah bendera tersebut. Dengan secepat kilat. Kepiawaiannya menunggang kuda sambil bertempur mampu membabat habis kepala kaum pasukan Romawi.

Fathu Makkah
Dalam penaklukan Kota Makkah. Sahabat Khalid mengambil peran. Dengan ditunjuk Nabi saw sebagai pemimpin pasukan sayap kanan. Yaitu, pasukan yang memasuki Makkah dari arah kanan Kota Makkah.
Tanpa perlawan yang berarti dengan mulus seluruh pasukannya dapat memasuki Kota Makkah. Sampai akhirnya menduduki Ka’bah. Semua ini terjadi akibat sikap mencla-mencle kafir Quraisy terhadap Perjanjian Damai dengan Rasulullah saw.
Jika dulu. Khalid memimpin kaum kafir Quraisy melawan pasukan kaum mukminin yang dipimpin Nabi saw. Sekarang. Saat Fathu Makkah (Penaklukan Kota Makkah). Sahabat Khalid memimpin pasukan kaum Muslimin melawan kaum kafir Quraisy.
Jika dulu tanpa pandang menebas dan membunuh kaum muslimin. Sekarang, tanpa pandang bulu setiap leher orang kafir ditebas. Semua dilakukan sebagai wujud penyesalan yang sangat mendalam. Mengapa dia dahulu kok pernah menghalang-halangi manusia untuk menuju jalan Allah ta’ala. Ini yang seringkali membuat dirinya gundah-gulana. Seraya menyasal sekali dengan perbuatan bodohnya tersebut.
Dengan gemilangnya Rasulullah saw dan kaum muslimin memasuki Kota Makkah. Sahabat Khalid semakin yakin, bahwa janji Allah itu benar adanya. Dia semakin yakin seyakin yakinnya mengenai janji-janji Allah swt. Ini pula yang kemudian menjadikan pribadi sahabat Khalid menjadi manusia berkeyakinan baja. Dia yakin benar. Barangsiapa membela kebenaran Allah swt. Pasti dibela Allah ta’ala. Itulah sebabnya, dia tidak pernah takut dengan setiap peperangan yang diikutinya saat membela dinul Islam. Ke mana pun takdir menghendaki dirinya harus berperang membela dinullah.

Di Jaman Abu Bakar
Khalidah Abu Bakar r.hu merasa kesal dengan terjadinya banyak pemurtadan. Pada masa kekhalifahannya. Banyak dari rakyatnya yang sudah tidak lagi taat menunaikan zakal mal bagi si kaya. Hampir di komunitas tertentu, mulai suku dan kabilah. Banyak yang berontak hendak memisahkan diri dari kekhalifahan Islam. Bahkan, yang menggeramkan sahabat Abu Bakar r.hu. Adalah, mengakunya Musailamah al-Kadzab sebagai nabi baru.
Bagi Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq r.hu tidak ada orang yang layak memimpin penumpasan pemberontakan itu, kecuali Khalid bin Walid. Benar terjadi. Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq r.hu menetapkan mandat pengangkatan sebagai panglima perang. Guna memerangi orang-orang yang tidak mau membayar zakal mal, orang-orang yang murtad, dan daerah-daerah yang hendak memisahkan kekuasaan dari kekhalifahan Islam. Seperti, yang terjadi pada suku: Asad, Ghatfan, Abas, Thay, dan Dzibyan. Yang terjadi pada kabilah: Bani Amir, Hawazin, Salim, dan Bani Tamim. Yang terjadi pada penduduk: Bahrain, Oman, dan Muhrah.
Semua tugas dilakukan dengan sukses dan berhasil gemilang. Bahkan, Musailamah al-Kadzab berhasil dibunuh. Dan, seluruh gerakan yang dipimpinnya mampu dibubarkan. Suku, kabilah, dan penduduk-penduduk yang hendak memisahkan diri dari kekhalifahan Islam. Tidak terjadi.
Dengan pandangan yang tajam dan kecerdasan yang jenius. Khalifah Abu Bakar r.hu menugaskan Khalid sebagai panglima perang guna menentramkan wilayah Irak dan Syiria. Di kedua negara bagian Kekhalifahan Islam ini penduduknya selalu mendapatkan kekacauan. Utamanya, kekacauan itu datang Negara Persia dan Negara Romawi. Maka, dengan cepat pula. Semua kekuatan Persia dan Romawi hengkang dari bumi Islam. Bahkan, sahabat Khalid sempat meng-Islam-kan seorang panglima perang Romawi. Namanya Gregorius. Gregorius menjadi syahid. Setelah akhirnya bertempur di pihak kaum muslimin.

Di Jaman Umar bin Khaththab
Seperti diketahui, sejak awal sahabat Umar tidak sependapat dengan pengiriman pasukan. Guna memerangi para pembangkang, pembelot, dan kaum murtad. Maka, di saat dirinya menggantikan Khalifah Abu Bakar r.hu yang mangkat. Langsung Khalifah Umar r.hu mengambil kebijakan. Dengan mencopot sahabat Khalid bin Walid sebagai panglima perang kaum muslimin. Dengan menggantikannya kepada sahabat Abu Ubaidah r.hu.
Pelajaran yang dipetik. Di tengah berkecamuk Perang Yarmurk. Perang yang tidak sebanding tersebut. Di sisi lain. Dia mendapatkan kabar bahwa dirinya dicopot sebagai panglima. Jika bukan karena kebesaran jiwa sahabat Khalid. Entah apa jadinya pertempuran Yarmurk itu. Yang jelas kalah pasukan kaum muslimin.
Tapi, yang terjadi sebaliknya. Sahabat Khalid tetap menyelesaikan tugasnya sebagai seorang panglima perang. Dengan menghancurkan pasukan Romawi yang jumlahnya 240.000. Di mana saat itu Panglima Khalid harus mengelola 100 orang pasukan melawan 40.000 tentara Romawi notebene terlatih dengan peralatan perang relatif lebih modern dibandingkan milik kaum muslimin. Namun mereka tetap kalah.

Panglima Legendaris
Panglima Khalid sungguh legendaris dalam sejarah-sejarah dakwah Islam. Utamanya yang berkaitan dengan peperangan yang terjadi dalam Islam. Mulai jaman Rasulullah saw sampai Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq r.hu.
Wafatnya sahabat Khalid menjadikan kaum muslimin berduka. Tak terkecuali Khalifah Umar bin Khaththab r.hu. Dia sangat terpukul dengan wafatnya sahabat Khalid. Sedianya Khalifah Umar hendak mengangkat menjadi panglima perang. Namun kedahuluan takdir maut menjemputnya.
Ternyata sahabat Khalid tidak saja pandai bertempur. Karena memang sahabat Khalid ahli strategi dan teritorial. Dia jago menunggang kuda.  Tidak hanya itu. Sahabat Khalid juga seorang orator dan motivator ulung. Dalam kondisi yang sangat kritis pun. Dia mampu membangkitkan gelora juang pasukannya. Coba renungkan. Panglima mana yang mampu memberikan spirit dan motivasi. Setiap 100 orang pasukannya harus bertempur dengan 40.000 tentara musuh. Dan, semua memenangkan dalam pertempuran yang dipanglimainya. Sungguh sahabat Khalid seorang jendral yang sangat jenius. Yang tidak akan pernah ada untuk kedua kalinya di dunia ini.
Berbahagia kaum muslimin pernah memilikinya. Selamat jalan wahai jendral jenius

Ziarah


*Qurrotul A'yun

Sekuntum kamboja putih terlepas dari tangkainya, jatuh tersangkut pada kerudung yang membalut kepalamu. Putihnya beradu dengan putih kerudungmu yang mulai pudar. Kamboja itu seolah berucap selamat datang kepadamu. Kau memungutnya perlahan. Lalu menaruh kamboja itu ke dalam keranjang berisi mawar dan kenanga yang wanginya seantiasa menemani ziarahmu dalam sepekan ini.

Langkah berhenti pada sebuah gundukan tanah yang masih merah. Dalam sekejab, mawar, kenanga dan sekuntum kamboja dalam keranjangmu telah rata kau taburkan di atas pusara itu.
“Ini bukti kesetiaanku, kang…” gumammu memecah hening area pemakaman. Perlahan kau buka mushaf kecil yang kau bawa. Hingga larut dalam ayat-ayat yang kau baca. Bibirmu tak henti merapal doa. Sedang air matamu turut mengamininya. Membentuk sungai kecil yang mengalir membelah pipimu yang telah keriput dimakan usia.
Angin mendesir pelan, menggugurkan beberapa kuntum kamboja dan dedaunan yang kuning menua. Kau masih khusyuk dalam semesta doa. Lirih suaramu menyebut sebuah nama, lalu mengikatnya dengan simpul-simpul tawashul yang kau baca.
“Suparman” begitulah nama itu kau sebut dalam tiap doamu. Nama yang kini tertulis pada nisan di hadapanmu. Nama itu pula yang hingga kini masih lekat di sudut hatimu yang paling sunyi. Meski sang pemilik nama pernah mencekokimu dengan kenyataan sepahit buah maja yang harus kau cecap di usia belia.
Empat belas tahun usiamu saat kedua orangtuamu mengenalkan lelaki bernama Suparman itu sebagai calon suamimu. Kau pun tertunduk malu, tak kuasa dengan tatapan mata elang Suparman yang menusuk tajam. Sedang ia hanya mesam-mesem sambil menikmati paras ayumu.
Sebagai perempuan, saat itu kau hanya pasrah pada kehendak orangtuamu. “Tresno jalaran songko kulino,” bisik simbokmu. Dan hatimu membenarkannya. Lagi pula, Suparman dipandang cukup berpendidikan. Ia sempat menamatkan Sekolah Rakyat. Dan saat ini bekerja di sebuah toko sepeda pancal milik seorang pedagang dari Cina. Dengan segala kelebihan yang dimiliki Suparman, keluargamu merasa terhormat menerima pinangan pemuda itu. Sementara jauh di lubuk hatimu, ada sebersit rasa minder yang kau pendam. Kau merasa tak punya kelebihan apa-apa untuk mendampingi Suparman. Bahkan baca tulis saja kau tak mengerti, sebab orangtuamu memang tak pernah menyekolahkanmu. Mereka hanya mengajarimu mengeja alif ba ta, selebihnya kau belajar menanak nasi, mengolah sayur, dan seabrek pekerjaan rumah tangga lainnya.
“Nduk, kamu cah wedok nggak perlu sekolah. Yang penting bisa masak enak pasti disayang suami,” simbokmu menasehati. Seperti sebuah sabda, kata-kata simbokmu selalu kau pegang.
* * * * *
Satu tahun usia rumah tangga yang kau bangun bersama Suparman. Tresno jalaran songko kulino itupun terbukti. Untuk pertama dan terakhir kalinya kau jatuh cinta. Cinta yang tumbuh karena kebiasaan, yang semakin subur dengan hadirnya janin yang menghuni rahimmu. Saat itu kau merasa menjadi perempuan yang begitu sempurna. Terlebih, Suparman sangat memanjakanmu.
“Aku ngredit sepeda sama Tacik, besok sudah bisa kubawa pulang. Biar nggak usah pinjam sama Lek Supri kalau kamu ingin jalan-jalan sore,” ujar suamimu saat ia baru saja pulang kerja.
“Apa cukup bayarane sampean, kang?” tanyamu ragu.
“Tacik itu baik, sudahlah jangan pikirkan itu. Sekarang kau tanda tangani dulu surat ini,”
“Kang, ini surat apa?. Tanda tangan piye?”
“Ini surat persetujuan kredit sepeda. Sini, pakai cap jempol saja,”
Suparman meraih jemarimu. Lalu mengoleskan sedikit tinta dan meletakkan jempolmu pada selembar surat hingga membentuk sebuah “cap jempol”. Bibirmu tak henti menguntum senyum. Terharu atas sikap manis suami yang sangat kau cintai. Tanpa kau tahu, ternyata cap jempol itulah akhir dari kebahagiaanmu. Surat itu adalah surat persetujuan poligami yang diminta oleh keluarga pedagang sepeda dari Cina itu, sebab anak gadis mereka jatuh hati pada Suparman. Begitu pula suamimu, membalas cintanya tanpa mau kehilanganmu. Hingga ia memanfaatkan ketidaktahuanmu untuk mencuri izin poligami.
Sejak saat itu kau tak lagi percaya pada perkataan simbokmu bahwa perempuan tak perlu sekolah, cukup bisa masak enak, itu saja. Bagimu, perempuan harus berpendidikan tinggi agar tak dibohongi oleh lelaki. Karena itulah kau berjanji pada dirimu sendiri untuk berjuang mati-matian membiayai pendidikan anakmu setelah ia lahir nanti. Kau tak lagi peduli dengan suamimu yang telah kepincut gadis bermata sipit dan berkulit putih itu. Bahkan kau berharap lupa ingatan untuk menghapus semua kenangan tentang suamimu yang lebih memilih tinggal bersama istri keduanya.
Namun nyatanya kau tak pernah bisa melupakannya. Semakin kau berusaha keras menghapus bayangnya, justru bayang itu semakin nyata. Kau masih sangat mencintainya. Meski kebencian juga bercampur aduk menggerogoti bangunan cintamu. Tetapi akhirnya, cintamu berhasil mengusir benci. Dan hingga saat ini, meski jasad Suparman telah terbaring di dalam tanah kau masih menunjukkan cintamu dengan ziarah yang tak pernah lelah.
“Jika kau tak membohongi aku, mungkin anak kita tak akan pernah merasakan bangku sekolah. Dan mungkin juga akan bernasib seperti aku. Tapi kau tahu sendiri kan? Sekarang anak kita telah menjadi guru, dia tak hanya pintar tetapi juga akan memintarkan orang lain,”. Senyummu mengembang dalam tangis, antara bangga pada putrimu namun juga sedih atas kepergian suami yang telah menyakitimu.

*Penulis adalah mahasiswi STAIN Jember, Jatim